Buka Mata

Kakek Penjaga Mata Air

Sinopsis

Apa jadinya hidup tanpa air?

Pastinya sungai akan kering, sumur kering, tanah kering, dan pada akhirnya berdampak pada manusia dan hewan.

Kalau sudah begini siapa yang paling merana? Tentunya makhluk hidup, manusia dan hewan.

Mungkin kalau manusia bisa langsung beli air kemasan yang dijual di banyak tempat. Namun, bagaimana kalau hewan yang tinggal di alam bebas?

Kekeringan inilah yang membuat seorang kakek berusia 64 tahun di Kecamatan Mauk, Sumbawa Barat menjaga mata air. Tekadnya bermula saat Idris Sahidu melihat seekor anak monyet yang kehausan.

Seiring dengan masuknya area pertambangan ke kawasan itu sejak tahun 1998, keberadaan sumber air pun ikut berkurang. Bersama sang istri, Idris menghabiskan waktunya untuk menanam pohon untuk menjaga mata air di lahan kritis. Bahkan, ia juga menghitung jumlah mata air dari tahun ke tahun, yang justru tidak pernah bertambah.

Jangan lupa tinggalkan komentar dan share video ini.