Mata Najwa
Part 1 - Kami Bersama Novel

Novel Baswedan Kembali

Sinopsis

Berbulan-bulan Novel Baswedan memulihkan diri, berbulan-bulan pula pelaku tak terungkap polisi.
Hampir setahun serangan air keras berlalu, hingga kini tak jelas siapa sang pelaku.
Penyelidikan katanya masih berlanjut, namun kemajuannya berjalan seperti siput.
Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi, ketidakjelasan hanya mengundang spekulasi.

Publik bertanya mengapa pelaku sulit diungkap, apakah ujung-ujungnya hanya akan menguap?

Mata Najwa bersama Novel Baswedan melakukan napak tilas usai shalat subuh di masjid dekat kediaman penyidik KPK tersebut. Napak tilas mengingat kembali penyerangan terhadap Novel Baswedan ini dilakukan beberapa hari setelah kembalinya Novel ke Indonesia.

"Saat ada kendaraan di belakang saya, saya merasa ada yang mau menyerang saya, tapi saya biasa saja," jawab Novel saat Mata Najwa menanyakan bagaimana suasana Selasa subuh 10 bulan lalu.

"Saat motor mendekat?" sambung Mata Najwa.

Novel menjawab, "Saya biasa saja, saya pikir itu jemaah salat subuh karena biasanya menyapa saya." Usai diserang, Novel baru tersadar. "Beberapa saat setelah disiram, baru saya menyadari ini air keras dan saya harus mencari air ke masjid. Saya siram air kurang lebih 5 menit"

Dari lokasi penyerangan, Mata Najwa melanjutkan wawancara dengan Novel Baswedan di kediamannya. Novel bercerita panjang dan lengkap soal kondisi penglihatannya saat ini juga bagaimana Novel merespon tudingan dirinya bersenang-senang di Singapura. (Narasi)