Mata Najwa
Part 4 - Satu atau Dua

`Maaf` Jadi Ukuran Kualitas Capres

Sinopsis

Perdebatan kualitas kepemimpinan dan rekam jejak sangat penting bagi pemilih. Hal itu, kata Dahnil Anzar, Koordinator Jubir Prabowo Sandi, diperlihatkan saat Prabowo meminta maaf kepada publik, ketika dibohongi oleh Ratna Sarumpaet.

“Beliau langsung meminta Ratna dipecat. Sementara Jokowi tidak pernah minta maaf saat salah mengangkat Arcandra, yang diduga warga negara Amerika Serikat menjadi menteri,” kata Dahnil.

Sementara menurut anggota tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sudjatmiko, syarat dan tanda kepemimpinan Prabowo itu gugur saat peristiwa penghilangan aktivis, yang mana anak buahnya dipenjara. “Saat itu apakah Prabowo hadir? Tidak. Dia meninggalkan anak buahnya yang dipenjara dan dipecat. Prajurit tidak pernah salah, tapi komandan yang salah,” kata Budiman.