Mata Najwa
Part 2 - Karena Bendera

Undang HTI, Gubernur Kaltim Akui Keliru

Sinopsis

Buntut dari kasus pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat, kelompok massa yang menggelar aksi protes justru memantik persoalan baru. Para pendemo menurunkan bendera merah putih, dan mengibarkan bendera berlafaz tauhid itu di gedung instansi pemerintahan. Salah satunya di kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengaku keliru saat menandatangani surat undangan kepada ormas-ormas Islam di wilayahnya. “Saya tidak cek lagi, ternyata ada HTI. Tapi organisasi itu tidak ada di wilayah saya. Soal bendera terkibar di kantor saya, itu bagi saya bukan bendera HTI, tapi bendera kalimat tauhid. Lagi pula, undangan saya untuk mengademkan situasi karena mereka mau demo kedatangan presiden,” kata Isran.

Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni mengatakan biar masyarakat atau pihak berwajib yang menilai bagaimana seorang Gubernur membiarkan ada bendera selain merah putih, dikibarkan di kantornya. “Itu kan fasilitas negara, dan membiarkan ada bendera ormas terlarang dikibarkan, ya kebablasan. Itu semacam bentuk pengakuan,” sindir Alfa.